Survei Antibodi Covid-19 Tinggi, Masyarakat Dihimbau Tetap Disiplin Prokes

Lampung-news.com – Hasil tes serum COVID-19 yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa warga negara Indonesia memiliki kadar antibodi yang sangat tinggi.

Survei dilakukan pada November hingga Desember 2021 dengan partisipasi tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

Survei dilakukan di 100 kabupaten/kota yang diaglomerasi dan tidak diaglomerasi.

Antibodi di masyarakat tinggi, namun Menteri Dalam Negeri (Mindagri) Muhammad Tito Carnavian dan Menteri Kesehatan Boudhi Gundi Sadkin mengimbau untuk tetap disiplin dalam protokol kesehatan (bercanda) dan praktik vaksinasi.

“(survei serum) menunjukkan kadar (antibodi) relatif tinggi di Indonesia Harus jalan (berhasil), jangan berhenti Mendagri mengatakan, Sabtu (19/3/2022) masih ada wabah tapi orang masih ada. memakai masker kemana-mana, meski sudah mengandung antibodi.

Menurut hasil survei, 86,6% penduduk Indonesia berusia 1 tahun ke atas memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Proporsi populasi dengan persentase antibodi SARS-CoV-2 tertinggi ditemukan pada masyarakat dengan dua dosis vaksinasi.

Sementara itu, 73,9% dari populasi yang tidak divaksinasi memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Di sisi lain, Mendagri juga menyebutkan sampel yang berbeda dari daerah/kota yang mencapai tingkat estimasi antibodi tinggi atau rendah.

Mengingatkan daerah dengan tingkat diskresi rendah untuk meningkatkan antibodi dengan mempercepat vaksinasi dan penerapan tindakan sanitasi.

“Strateginya ke depan, jadi kalau prevalensi antibodi masih rendah kita harus dorong vaksin secara penuh dan protokol kesehatan harus ketat. Tapi kalau prevalensinya cukup tinggi maka vaksinasi akan tetap jalan, tapi (target) sasaran tertentu yang belum tepat sasaran (tepat) di masyarakat, yang tidak mengandung ” antibodi.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi menyampaikan survei serologis yang dilakukan di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah India.

BACA JUGA  KPU RI Butuh Rp 76 Triliun Untuk Anggaran Pemilu Serentak 2024

Survei ini akan dilakukan setiap enam bulan sekali untuk mempertimbangkan pemberian vaksinasi dan relaksasi di tengah wabah.

Ia menegaskan, hasil survei ini bisa menjadi dasar kebijakan pemerintah ke depan, sehingga benar-benar berbasis penelitian.

“Rencana kami melakukan survei ini minimal enam bulan sekali,” ujarnya.

Di sisi lain, ahli epidemiologi dari FKM UI, Pandu Riono, yang hampir hadir menambahkan, kadar antibodi penting agar masyarakat bisa mengatasi wabah tersebut.

Dia juga menekankan bahwa vaksinasi lebih efektif dalam meningkatkan kadar antibodi daripada hanya membiarkan populasi terinfeksi.

“(Antibodi penting) agar kita bisa menghadapi pandemi ini apa pun variannya,” pungkasnya.

Baca Juga: