Kemenhub Terbitkan SE Baru, Cek Persyaratan Naik Kereta Api dan Kapal Laut Disini

Lampung-news.com – Seiring dengan menurunnya kasus perkembangan Covid-19 di Indonesia Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan dua Surat Edaran (SE) mengenai Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Laut dan Kereta Api Pada Masa Pandemi Covid-19, yaitu SE Nomor 24 dan 25 Tahun 2022.

Surat Edaran tersebut kini menggantikan SE Nomor 95 Tahun 2021 dan SE No. 97 Tahun 2021 yang sudah dicabut serta tidak berlaku lagi. Adapun salah satu isi dari surat edaran tersebut yaitu para calon penumpang kereta api dan kapal laut domestik, saat ini sudah tidak harus memperlihatkan hasil test antigen atau PCR.

 

Kemenhub Terbitkan SE Baru, Cek Persyaratan Naik Kereta Api dan Kapal Laut Disini
Ilustrasi | tribunnews.com

Berikut merupakan beberapa aturan baru bagi para Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan moda transportasi darat, laut, dan udara yaitu:

  1. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;
  2. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;
  3. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19; atau
  4. PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
BACA JUGA  Konflik Rektor-Dosen SBM ITB, 2022 Tidak Terima Siswa Baru Lagi

Terdapat pengecualian dari kententuan diatas pada transportasi perintis yang masuk dalam kategori wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), wilayah perbatasan, dan pelayaran terbatas sesuai situasi daerah masing-masing.

Selain itu, diwajibkan untuk memakai aplikasi PeduliLindungi kepada setiap operator moda transportasi untuk pemeriksaan perjalanan PPDN. Dimana Surat Edaran tersebut belaku sejak Selasa 8 Maret 2022 serta akan terus dilakukan evaluasi sesuai dengan perkembangan di lapangan.

Kententuan tersebut dilakukan pengawasan oleh para otoritas transportasi beserta Satgas Covid-19 Daerah.