Jangan Sampai Kena Tipu, Ini Yang Harus Diperhatikan Saat Berada Di Dealer Mobil

Lampung-news.com – Bagi anda yang sedang ingin membeli mobil baru, jangan sampai terjadi seperti halnya Yunita Sari, wanita yang mengaku ditipu oleh oknum sales saat membeli mobil di dealer resmi Honda. Kejadian penipuan yang tersebut dikarenakan uang DP yang disetorkan Yunita ke rekening pribadi raib.

Dimana ia bertransaksi untuk pembelian Honda Brio pada dealer resmi Honda yang berada di Jl. Mt Haryono, Jakarta. Menurutnya penampilan Oknum sales tersebut terlihat meyakinkan karena menggunakan seragam lengkap beserta ID Card dan kartu nama.

Jangan Sampai Kena Tipu Sales, Ini Yang Harus Diperhatikan Saat Berada Di Dealer Mobil
Ilustrasi | pexels.com

Hingga saat ini, Oknum sales tersebut belum ketemu dan masih dalam pencarian. Sales tersebut juga menjanjikan untuk pembelian unit Brio tipe E akan diupgrade menjadi tipe RS beserta penambahan body kit dan sebagainya, hingga diskon yang disepakati.

Yunita pun melakukan transaksi lewat rekening pribadi, dan nahasnya uang DP yang ia transfer hilang diambil oleh oknum sales tersebut.

Berdasarkan keterangan Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing bahwa kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa kali dengan modus yang sama, yaitu menyetor ke rekening pribadi, bukan rekening perusahaan dealer.

Dalam melakukan poses pembelian mobil dapat dilakukan melalui dealer atau datang ke pameran. Dimana prosedur pemesanan mobil yaitu menggunakan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), di dalam surat tersebut juga tertera informasi mengenai jenis, tipe, warna, harga, estimasi delivery, serta DP mobil yang dipesan.  Tercantum juga pada SPK agar melakukan pembayaran lewat rekening dealer, bukan rekening pribadi.

Pada kasus Yunita, ia diberikan SPK palsu oleh oknum sales, yang tidak tercantum pasal-pasal yang biasa tertulis pada SPK resmi terutama mengenai rekening tujuan transaksi. Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy juga memberikan pesan agar para konsumen teliti dalam bertransaksi, dimana tidak melakukan tranfer ke rekening atas nama pribadi.

BACA JUGA  TikTok SoundOn Resmi Diluncurkan di Indonesia

Hal tersebut tentunya menjadi sebuah pelajaran bagi para konsumen  agar lebih teliti dan berhati-hati untuk melakukan transaksi.

Namun, dalam kasus yang dialami Yunita, dirinya diberikan lembaran SPK palsu oleh oknum sales. Pada SPK palsu itu, tidak tertera pasal-pasal yang biasanya tertulis di SPK resmi, salah satunya terkait rekening tujuan transaksi yaitu ke rekening perusahaan dealer. Menjadi pelajaran bagi konsumen ke depannya, pasal-pasal tersebut dan rekening tujuan perlu ditinjau lagi sebelum melakukan transaksi.