Jakarta Terancam Tenggelam, Ini Penjelasannya!

Lampung-news.com – Kota Jakarta diprediksi akan tenggelam, terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebabnya, dimana salah satu faktor tersebut disebabkan oleh penurunan ketinggian tanah. Walaupun begitu faktor tersebut dapat diminimalkan dibandingkan kedua faktor lainnya yaitu wilayah Jakarta yang merupakan dataran rendah dengan didominasi rawa-rawa, serta faktor kenaikan permukaan air laut.

Adapun terjadinya penurunan ketinggian tanah dapat disebabkan oleh faktor alam dan faktor antropogenik (berkaitan dengan manusia). Menurut Peneliti muda Pusat riset Geoteknologi-BRIN, Dwi Sarah, faktor alami dari penurunan tanah di Jakarta dikarenakan proses tektonik  yang aktif dan kompaksi alamiah tanah. Pengertian kompaksi alamiah yaitu terjadinya pengurangan lapisan sedimen tanah yang disebabkan oleh beban sedimen diatasnya.

Jakarta Terancam Tenggelam, Ini Penjelasannya!
DKI Jakarta | pexels.com

Sedangkan faktor lainnya, yaitu faktor antropogenik di Jakarta dipengaruhi adanya eksploitasi yang berlebihan pada air tanah dan pembebanan. Dimana hal tersebut berkaitan dengan campur tangan manusia itu sendiri.

Perkembangan Penduduk dan Penurunan Tanah

Terjadinya penurunan tanah di Jakarta dapat bervariasi, dimana pada beberapa wilayah terjadinya penurunan dari 1-15 cm per tahun serta di wilayah lainnya mencapai 20-28 cm per tahun. Jika ditinjau dari jurnal penelitian Hassanuddin Z. Abidin beserta rekannya. Berdasarkan keempat faktor tersebut, penurunan tanah akibat aktivitas tektonik di Jakarta menjadi tidak signifikan, dikarenakan hal tersebut jarang terjadi di Jakarta.

Maka, penurunan tanah di Jakarta akibat eksploitasi berlebihan pada air tanah dan beban bangunan menjadi yang paling bertanggung jawab.  Dimana hal tersebut juga berkaitan dengan kompaksi alamiah tanah, serta berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan penduduk di wilayah Jakarta.

Pencegahan Untuk Menghindari Jakarta Tenggelam

Sebagai upaya agar Jakarta tidak tenggelam, penting untuk meminimalisir terjadinya penurunan tanah. Salah satunya dengan mengurangi eksploitasi air tanah dan beralih memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air bersih utama.

BACA JUGA  240W SuperVOOC dari Oppo Cuma 9 Menit Baterai Full!

Selain itu, melakukan pemantauan penurunan permukaan tanah di Jakarta perlu dilakukan sebagai penilaian upaya mitigasi. Adapun upaya Pemprov DKI Jakarta atas permasalahan tersebut juga telah menerbitkan Pergub No 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah. Pada aturan tersebut berisi mengenai pelarangan penggunaan air tanah bagi pemilik atau pengelola bangunan mulai 1 Agustus 2023, kecuali kegiatan dewatering.

Walaupun begitu, tak semua pemilik bangunan yang berada di Jakarta dilarang untuk memanfaatkan air tanah karena terdapat kriteria serta zona bebas air tanah yang tercantum pada Pasal 2.