Kemendagri Minta Sekda Update Harga 12 Bahan Pangan Selama Ramadan  

Lampung-News.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk segera mengupdate harga pangan di daerah selama Ramadan.

Perintah itu disampaikan pada Jumat (1/4/2022) oleh Suhajar Diantoro, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri pada Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pemantauan Stabilitas Harga Pangan dan Pengendalian Inflasi Daerah.

Sebagai Ketua Satgas Pangan Daerah (Satgas), sekretaris daerah bertanggung jawab untuk mengkinikan harga dan memberitahukan kepada Gubernur dan pejabat terkait.

“Sekda sebagai ketua Satgas Pangan melakukan pengawalan dan ketersediaan (pangan), meningkatkan koordinasi yang sudah saya bacakan tadi, sampai ke Satgas (Pangan) Polri,” ujar Suhajar dalam keterangannya.

Dan dalam rakor tersebut, Suhajar mengumumkan rincian harga 12 sembako menjelang bulan Ramadhan, tepatnya per 30-31 Maret 2022.

Baca Juga: Cair Maret 2022, Cek Status Pencairan Bansos Dengan Aplikasi

Diketahui bahwa harga beberapa makanan telah naik dan beberapa turun.

Harga setiap barang penting juga bervariasi dari satu provinsi ke provinsi lainnya.

Untuk beras, misalnya, Kalimantan Tengah punya harga paling tinggi Rp 14.100 dan Nusa Tenggara Barat paling rendah Rp 9.350.

Sama dengan sebelas bahan pokok lainnya, yaitu telur, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah besar, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, gula pasir lokal, dan minyak goreng curah..

Beberapa dari mereka telah melihat harga naik atau turun.

“Kami mengamankan cukup 12 kebutuhan pokok dengan menstabilkan pasokan dan permintaan pangan dan harga, serta kami juga mengendalikan harga. Jadi kalau tidak pertama kali ya sangat berbahaya, jadi sangat berbahaya. Harga tinggi dan sangat berisiko.”

BACA JUGA  Hadapi Minyak Goreng Langka, Pemerintah Subsidi Minyak Curah

Untuk daerah yang mengalami kenaikan atau penurunan harga yang signifikan, Suhajar menghimbau peran Sekda dan upaya intervensi dalam ketahanan dan ketahanan pangan.

Strategi Terkait Isu Pangan

Suhajar menyoroti tindak lanjut pemerintah daerah (PEMDA) dalam menerapkan berbagai strategi terkait isu pangan.

Pertama, Sekretaris Daerah yang menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan Daerah untuk lebih memantau ketersediaan dan stabilitas harga sembako dan komoditas penting lainnya.

Kedua, meningkatkan koordinasi antar Tim Penanggulangan Inflasi (TPID) daerah untuk memantau dan mengendalikan inflasi bahan pangan, termasuk minyak goreng.

Ketiga, memastikan kelancaran peredaran stok dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Keempat, hasil pemantauan ketersediaan dan tingkat harga sembako dan komoditas penting lainnya dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. cq. Harian Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah (Bangda).

BACA JUGA  Harga BBM Kembali Naik, Pertamina Beri Penjelasan

Kelima, mengkoordinir kabupaten/kota dalam pelaporan hasil pemantauan di tingkat kabupaten/kota dalam provinsi, yang secara bertahap akan disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Bina Bangda (Dirjen).

Keenam, laporan harus disampaikan setiap hari paling lambat pukul 13.00 WIB.

Berita terbaru seputar Indonesia klik di sini. 

Baca Juga: Mengecewakan, Hanya 47 Pemda Yang Usulkan 80% Formasi PPPK 2022