Fakta Aneh Soal Fotografi Hantu, Kamu Harus Tahu!

Di media sosial, banyak sekali orang yang memberikan pengalamannya menangkap keberadaan dari makhluk tak kasat mata. Jadi, bisa dibilang bahwa fotografi hantu saat ini semakin menjamur. 

Bersama dengan Mickey Oxcygentri Dosen Fotogadi Universitas Singaperbangsa Karawang sekaligus Founder Ghost Photography Community, detikINET mengupas tuntas perihal fotografi hantu dalam acara Eureka!: Fotografi Hantu. 

Teknik Foto Hantu

Memotret makhluk tak kasat mata memang tidak dianjurkan dilakukan sendirian. Mickey menyebutkan bahwa harus membawa satu orang yang penakut untuk memancing keberadaan makhluk halus dalam tangkapan foto. 

Lokasi yang dipilih juga sebisa mungkin merupakan tempat yang memang jarang dihuni oleh manusia. Gedung kosong yang sudah ditinggalkan selama bertahun-tahun sangat cocok dijadikan sebagai lokasi pemotretan. 

Ketika masuk ke ruangan, maka otak manusia pun bisa menangkap sendiri sudut yang dirasa memiliki energi dari hantu tersebut. kamu bisa menunjuk lokasi tersebut dan jepret beberapa kali. 

Cara Mengetahui Penampakan Foto Asli atau Ilusi

Dikarenakan memang ini merupakan hunting foto hantu, maka jepretan harus dilakukan beberapa kali. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ada foto pembanding yang bisa memastikan apakah hasil fotonya asli atau ilusi optik. 

Mickey juga menjelaskan bahwa harus berhati-hati dengan objek yang ditangkap pada kaca. Sebab, terkadang distorsi atau pantulan dari benda di bawah atau di depannya bisa menghasilkan ilusi. 

Penakut Mudah Melihat Makhluk Halus

Di GPC, orang yang penakut memiliki peranan yang penting dalam berburu penampakan hantu. Sebab, mereka bisa memancing lebih baik hantu dengan gelombang otak yang lebih sesuai. 

BACA JUGA  Simak Syarat Dari Luhut Agar Ibadah Puasa Dan Lebaran Lebih Bebas Tahun Ini

“Orang yang takut pasti lebih mudah tersugesti. Hantu akan menangkap energi takut dari seseorang dan menampakkan wujudnya.  Jika memang kamu tersugesti hantu, maka partner yang memotret akan menangkap gambar hantu tersebut. Jadi, hantu itu wujudnya seperti apa yang kamu bayangkan,” jelas Mickey. 

Untuk menangkap foto hantu, rumusnya adalah E = BW. E disini artinya adalah energi dan BW adalah brain wave atau gelombang otak. Setiap manusia tentunya akan memiliki getaran otak yang disebut dengan brainwave yang akan naik turun pada level tertentu. 

“Jadi, akan ada beberapa tingkatan gelombang. Pertama adalah gamma, yakni ketika seseorang panik, maka akan galau. Kemudian ada juga gelombang beta. Ketika seseorang ditanya, maka ketika dia merespons dirinya akan ada di gelombang beta, yang artinya dia sedang fokus,” terang Mickey. 

Di bawah gelombang beta merupakan gelombang alpha. Ini merupakan kondisi ketika kamu sudah lelah. Dalam kondisi ini, maka orang akan mudah tersugesti macam-macam, dan akan berbenturan dengan energi lain. 

“Orang penakut akan berada di gelombang alpha. Ketika kita berkomunikasi dengan normal, maka kita masih fokus. Ketika sudah berada diatas jam 9 malam, maka mungkin sudah mulai lelah, sehingga kita bisa menggunakannya untuk berburu foto hantu,” ujarnya. 

Kamera untuk Menangkap Foto Hantu

Tidak ada kamera khusus, melainkan kamu akan dianjurkan untuk menggunakan kamera digital. Sebab, kamera tersebut memiliki resolusi yang lebih tinggi. 

Selain itu, kamera digital ini memiliki jarak flash dan lensa yang jauh, sehingga distorsi debu pun bisa kamu hindari. Distorsi debu ini merupakan alasan dari fenomena orbs. Dimana terlihat benda bulat yang muncul pada foto yang sering diyakini sebagai tanda adanya hantu. 

BACA JUGA  Kartu Prakerja Gelombang 24 Segera Dibuka, Ini Persyaratannya!

Haruskah Anak Indigo yang Menangkap Hantu?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak. Menurut penjelasan Mickey, secara alamiah manusia memiliki pasang surut adrenalin. Jadi, tidak harus indigo untuk bisa menangkap foto hantu tersebut. Dimana gelombang otak bisa memainkan peranannya. 

Mickey juga menjelaskan bahwa ada sejumlah gelombang, yakni gamma yang biasanya akan berada untuk orang yang sedang sedih. Sementara itu, untuk kondisi sadarr dan fokus berada pada gelombang otak beta. 

Untuk gelombang alpha sendiri mulai dari kondisi lemah, delta untuk kondisi yang mengantuk berat, dan theta ketika tidur. Jadi, menurut Mickey hantu bisa telihat pada gelombang otak delta.