Anak Sakit Dan Alami Gejala Hepatitis Akut, Kemana Harus Dirujuk?

Reporter Ayo Lina

Jakarta – Akibat penyebaran hepatitis akut berat di beberapa daerah, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah menetapkan RS RS di setiap wilayah di bawah Kementerian Kesehatan sebagai fasilitas pelayanan rujukan bagi pasien dengan gejala penyakit misterius.

“Oleh karena itu, kami telah meminta pemerintah daerah untuk menetapkan rumah sakit umum daerah sebagai standar penanganan pasien hepatitis akut,” kata Nadia Tarmigi, Direktur Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Cheminex), melalui kegiatan virtual pada tanggal 11. . (2022-05-14).

Sementara itu, Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI) Sulianti Saroso memiliki fasilitas nasional care.

“Jadi semua orang siap untuk menawarkan pengobatan,” tambah wanita bercadar itu.

Kementerian Kesehatan juga menambah tiga laboratorium untuk menguji sampel pasien dengan gejala hepatitis akut.

Sebelumnya hanya laboratorium FKUI yang ditambah, kini laboratorium RSPI Solianti Saroso, disusul Laboratorium Nasional di Litbangkes, Kementerian Kesehatan (Guru Besar Dr. Sri Omegati dari Institut Penyakit Menular) dan Nusantik.

“Ini beberapa laboratorium yang disiapkan daerah saat mengirimkan sampel uji ke pasien,'” katanya.

Gejala yang harus diwaspadai

Belum diketahui penyebab pasti penyakit ini, namun konsultan dokter spesialis anak, gastroenterologi dan hepatologi RSCM FK UI – Prof. Dokter. Dr. Hanifa Uswari, s. Pak A mengatakan gejala awal hepatitis akut biasanya mual, muntah, sakit perut, dan diare kadang disertai demam ringan.

Selain itu, gejala seperti urin seperti teh hitam dan tinja pucat diperparah.

Jika anak memiliki gejala-gejala tersebut, orang tua menginstruksikan anak untuk segera pergi ke Puskesmas terdekat untuk diagnosis awal.

Jangan menunggu gejala penyakit kuning atau kehilangan kesadaran.

Karena kasus ini menunjukkan infeksi hepatitis yang sangat serius.

BACA JUGA  Kementerian Kesehatan Beberkan Fakta Baru Omicron

Jika terlambat berobat, momentum dokter untuk membantu pasien sangat minim.